Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaraan Kooperatif Tife STAD (Student Teams-Achievement Division)


Pengertian Pembelajaraan Kooperatif Tife STAD (Student Teams-Achievement Division) menurut Slavin adalah Model pembelajaran kooperatif yang membagi siswa dalam tim belajar yang beranggotakan 4-5 orang siswa yang berbeda-beda tingkat kemampuan akademik sehingga dalam setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah atau variasi jenis kelamin, ras, dan etnis, atau kelompok sosial lainnya untuk bekerja dalam tim serta memastikan semua anggota tim menguasai pelajaran dan dapat mengerjakan soal mengenai materi secara individu. 


Student team achievement division (STAD) dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkins. Siswa dalam suatu kelas tertentu dipecahkan menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, usahakan setiap beranggotakan dengan heterogen, terdiri atas lakilaki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui diskusi dan kuis. 


Jadi, pembelajaran kooperatif tipe STAD tipe pembelajaran kooperatif dimana siswa dikelompokkan dalam kelompok belajar yang heterogen terdiri dari 4-5 orang siswa baik heterogen jenis kelamin, ras, etnik, dan kemampuan. Siswa saling membantu untuk memahami pembelajaran dan menyelesaikan tugas yag diberikan oleh guru berupa LKS yang akan dikerjakan bersama anggota kelompok masing-masing dan soal kuis yang dikerjakan secara individu. Perolehan skor individu/kuis masingmasing anggota kelompok akan dijumlahkan dan dirata-ratakan berdasarkan jumlah siswa dalam kelompok tersebut. Kelompok yang memperoleh skor terbanyak akan diberikan penghargaan oleh guru.


Langkah-langkah Metode Pembelajaran Student Team Achievement Division STAD

STAD atau Tim Siswa-Kelompok Prestasi merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, STAD terdiri dari lima komponen utama :

a. Presentasi Kelas
Pada kegiatan ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan metode pembelajaran yang akan diterapkan, memotivasi siswa agar siap dengan pelajaran yang akan diajarkan, kemudian diikuti dengan penyajian informasi. Presentasi ini sering menggunakan ceramah-diskusi atau pengajaran langsung. Pada fase ini siswa harus benar-benar memperhatikan guru karena dengan begitu akan membantu mereka mengerjakan kuis dengan baik.

b. Kerja Tim
Setelah presentasi kelas, siswa dikelompokkan ke dalam tim-tim belajar. Tim disusun dari empat atau lima siswa. Tim ini mewakili heterogenitas kelas ditinjau dari kinerja yang lalu, suku, dan jenis kelamin. Tim empat-lima orang dalam yang terdiri dari dua orang laki-laki, dua/tiga orang perempuan atau sebalinya, yang memiliki seorang anggota berkinerja tinggi, seorang berkinerja rendah, dan 3 orang berkinerja rata-rata. Bila dimungkinkan perhatikan suku mayoritas dan minoritas. Siswa ditempatkan ke dalam tim oleh guru, bukan oleh siswa yang memiliki anggotanya sendiri.

Fungsi utama tim ini adalah menyiapkan anggotanya agar berhasil menghadapi kuis. Setelah guru mempresentasikan materi, tim tersebut berkumpul untuk mempelajari LKS atau bahan lain. Mereka saling berdiskusi dan membantu setiap anggota tim agar semua anggota dapat memahami materi yang dipelajari atau LKS yang mereka kerjakan. Kerja tim merupakan ciri terpenting dari STAD. Pada setiap saat diberikan penekanan pada anggota tim agar melakukan yang terbaik untuk timnya.


Peran guru pada tahap ini adalah pada saat validasi hasil presentasi kegiatan kelompok di depan kelas. Guru mengarahkan pada jawaban yang dianggap benar sehingga seluruh kelompok dapat memperbaiki hasil kinerja mereka dan pada akhirnya diharapkan semua siswa memperoleh satu konsep baru yang benar.

c. Kuis
Pada akhir materi, para siswa tersebut dikenai kuis individual. Pada saat ini siswa tidak diperbolehkan bekerja satu sama lain. Hal ini menjamin agar siswa secara individual bertanggung jawab untuk memahami bahan ajar tersebut.

d. Poin Perbaikan Individu
Setiap siswa dapat menyumbang poin maksimum kepada timnya dalam system penskoran, namun tidak seorang siswapun dapat melakukan seperti itu tanpa menunjukkan perbaikan atas kinerja masa lalu. Setiap siswa diberikan skor dasar, yang dihitung dari kinerja rata-rata siswa pada kuis serupa sebelumnya.

1) Penentuan Skor Dasar Awal
Skor dasar mewakili skor rata-rata siswa pada kuis yang lalu. Apabila anda memulai STAD setelah anda memberikan tiga kuis atau lebih, gunakan skor kuis rata-rata sebagai skor dasar. Apabila tidak memiliki skor kuis seperti itu, gunakan nilai final siswa dari tahun yang lalu, ataupun dapat dilakukan pre test terlebih dahulu.

2) Skor Individu
Dari hasil kuis, siswa memperoleh poin untuk timnya didasarkan pada berapa skor kuis mereka melampui skor dasar mereka., seperti contoh pada tabel berikut :

Kriteria Poin Perbaikan Skor Kuis 
  • Nilai sempurna tidak memandang berapa pun skor dasar 30 poin
  • Lebih dari 10 poin di atas skor dasar 30 poin
  • 1-10 poin di atas skor dasar 20 poin
  • 1-10 poin di bawah skor dasar 10 poin
  • Lebih dari 10 poin di bawah skor dasar 5 poin

3) Skor Tim
Untuk menghitung skor tim, masukan setiap poin perbaikan siswa pada lembar ihtirar tim yang sesuai, jumlahkan poin tersebut dan bagi dengan jumlah anggota tim, bulatkan untuk menghilangkan pecahan. Perhatikan bahwa skor tim lebih ditentukan oleh skor perbaikan daripada skor kuis rendah.

Demikian pejelasan tantang Pengertian dan Langkah-langkah Model Pembelajaraan Kooperatif Tife STAD (Student Teams-Achievement Division). Semoga ada manfaatnya.



= Baca Juga =


Post a Comment

Previous Post Next Post