Pengertian Mata Pelajaran IPAS SD (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dan karakteristik mata pelajaran IPAS SD


A. Pengertian Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS SD) dan Rasional Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)


Tantangan yang dihadapi umat manusia kian bertambah dari waktu ke waktu.  Permasalahan  yang  dihadapi  saat  ini  tidak lagi  sama  dengan permasalahan yang dihadapi satu dekade atau bahkan satu abad yang lalu.  Ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  terus  dikembangkan  untuk menyelesaikan  setiap  tantangan  yang  dihadapi.  Oleh  karenanya,  pola pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) perlu disesuaikan agar  generasi  muda  dapat  menjawab  dan  menyelesaikan  tantangan-tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang.

 

Ilmu pengetahuan diartikan sebagai gabungan berbagai pengetahuan yang disusun  secara  logis  dan bersistem dengan memperhitungkan  sebab  dan  akibat. Pengetahuan  ini  melingkupi  pengetahuan alam dan pengetahuan sosial.. Adapun Pengertian Mata Pelajaran IPAS SD (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD) adalah  ilmu  pengetahuan yang mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta  interaksinya,  dan  mengkaji  kehidupan  manusia  sebagai  individu sekaligus  sebagai  makhluk  sosial  yang  berinteraksi  dengan lingkungannya.   

 

Pendidikan  IPAS  memiliki  peran  dalam  mewujudkan  Profil  Pelajar Pancasila  sebagai  gambaran  ideal  profil  peserta  didik  Indonesia. IPAS membantu  peserta  didik  menumbuhkan  keingintahuannya  terhadap fenomena  yang  terjadi  di  sekitarnya.  Keingintahuan  ini  dapat  memicu peserta  didik  untuk  memahami  bagaimana  alam  semesta  bekerja  dan berinteraksi dengan kehidupan manusia di muka bumi. Pemahaman ini dapat  dimanfaatkan  untuk  mengidentifikasi  berbagai  permasalahan yang  dihadapi  dan  menemukan  solusi  untuk  mencapai  tujuan pembangunan  berkelanjutan.  Prinsip-prinsip  dasar  metodologi  ilmiah dalam  pembelajaran  IPAS  akan  melatih  sikap  ilmiah  (keingintahuan yang  tinggi,  kemampuan  berpikir  kritis,  analitis  dan  kemampuan mengambil  kesimpulan  yang  tepat)  yang  melahirkan  kebijaksanaan dalam diri peserta didik. 

 

Sebagai negara yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, melalui IPAS diharapkan peserta didik menggali kekayaan kearifan lokal terkait IPAS termasuk menggunakannya dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu,  fokus  utama  yang  ingin  dicapai  dari  pembelajaran  IPAS  di  jenjang SD bukanlah  pada seberapa  banyak  konten  materi yang  dapat  diserap oleh peserta didik,  akan tetapi dari seberapa besar kompetensi peserta didik  dalam  memanfaatkan  pengetahuan  yang  dimiliki.  Dengan mempertimbangkan bahwa anak usia SD masih melihat segala sesuatu secara apa adanya,  utuh dan terpadu  maka pembelajaran  IPA dan IPS disederhanakan  menjadi  satu  mata  pelajaran  yaitu  IPAS.  Hal  ini  juga dilakukan  dengan  pertimbangan  anak  usia  SD  masih  dalam  tahap berpikir konkrit/sederhana, holistik, komprehensif, dan tidak detail. 

 

Pembelajaran di SD perlu memberikan peserta didik kesempatan untuk melakukan  eksplorasi,  investigasi  dan  mengembangkan  pemahaman terkait  lingkungan  di  sekitar  nya.  Jadi  mempelajari    fenomena  alam serta interaksi manusia dengan alam dan antar manusia sangat penting dilakukan di tahapan ini. 


B.  Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (IPAS) SD

Dengan  mempelajari  IPAS, peserta  didik  mengembangkan  dirinya sehingga sesuai dengan profil Pelajar Pancasila dan dapat:

1.  mengembangkan  ketertarikan  serta  rasa  ingin  tahu  sehingga peserta didik terpicu untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia,  memahami  alam  semesta  dan  kaitannya  dengan kehidupan manusia;

2.  berperan  aktif  dalam  memelihara,  menjaga,  melestarikan lingkungan  alam,  mengelola  sumber  daya  alam  dan  lingkungan dengan bijak; 

3.  mengembangkan  keterampilan  inkuiri  untuk  mengidentifikasi, merumuskan hingga menyelesaikan masalah melalui aksi nyata;

4.  mengerti siapa dirinya, memahami bagaimana lingkungan sosial dia berada,  memaknai  bagaimanakah  kehidupan  manusia  dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu;

5.  memahami  persyaratan  yang  diperlukan  peserta  didik  untuk menjadi  anggota  suatu  kelompok  masyarakat  dan  bangsa  serta memahami  arti  menjadi  anggota  masyarakat  bangsa  dan  dunia, sehingga  dia  dapat  berkontribusi  dalam  menyelesaikan permasalahan  yang  berkaitan  dengan  dirinya  dan  lingkungan  di sekitarnya; dan

6.  mengembangkan  pengetahuan  dan  pemahaman  konsep  di  dalam IPAS serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

 

C.  Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD

Bagaimana Karakteristik Mata Pelajaran IPAS SD? Seiring  dengan  perkembangan  zaman,  ilmu  pengetahuan  juga senantiasa  mengalami  perkembangan.  Apa  yang  kita  ketahui  sebagai sebuah  kebenaran  ilmiah  di  masa  lampau  boleh  jadi  mengalami pergeseran  di  masa  kini  maupun  masa  depan.  Itu  sebabnya  ilmu pengetahuan  bersifat  dinamis  dan  merupakan  sebuah  upaya  terus menerus  yang  dilakukan  oleh  manusia  untuk  mengungkap  kebenaran dan memanfaatkannya untuk kehidupan (Sammel, 2014).

 

Daya dukung alam dalam memenuhi kebutuhan manusia dari waktu ke waktu  juga  semakin  berkurang.  Pertambahan  populasi  manusia  yang terjadi secara eksponensial juga memicu banyaknya permasalahan yang dihadapi.  Seringkali  permasalahan  yang  muncul  tidak  dapat diselesaikan  dengan  melihat  dari  satu  sudut  pandang:  keilmuan  alam atau  dari  sudut  pandang  ilmu  sosial  saja,  melainkan  dibutuhkan pendekatan  yang  lebih  holistik  yang  meliputi  berbagai  lintas  disiplin ilmu  (Yanitsky,  2017).  Untuk  memberikan  pemahaman  ini  kepada peserta  didik,  pembelajaran  ilmu  pengetahuan  alam  dan  ilmu pengetahuan  sosial  perlu  dipadukan  menjadi  satu  kesatuan  yang kemudian  kita  sebut  dengan  istilah  IPAS. Dalam  pembelajaran  IPAS, ada  2  elemen  utama  yakni  pemahaman  IPAS  (sains  dan  sosial), dan keterampilan Proses.

 

1) Elemen: Pemahaman IPAS (sains dan sosial)

Deskripsi: Ilmu pengetahuan mengambil peran penting dalam mengembangkan teori-teori yang membantu kita memahami bagaimana dunia kita bekerja. Lebih jauh lagi, ilmu pengetahuan telah membantu kita mengembangkan teknologi dan sistem tata kelola yang mendukung terciptanya kehidupan yang lebih baik. Dengan menguasai ilmu pengetahuan kita dapat melakukan banyak hal untuk menyelesaikan permasalahan atau menghadapi tantangan yang ada.  Memiliki pemahaman IPAS merupakan bukti ketika seseorang memilih dan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah yang tepat untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena atau fakta dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi yang berbeda. Pengetahuan ilmiah ini berkaitan dengan fakta, konsep, prinsip, hukum, teori dan model yang telah ditetapkan oleh para ilmuwan.

 

1) Elemen: Keterampilan proses 

Deskripsi: Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang bernalar kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan memiliki keterampilan proses yang baik maka profil tersebut dapat dicapai.  Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa terhadap situasi, memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan menemukan perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun berdasarkan informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi, menemukan informasi, menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan fakta, serta membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri sangat direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002). 

Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan induktif (Constantinou et.al, 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan. Dalam pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik diberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimiliki (Rocard, et.al., 2007). 

Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g. Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996; Rocard et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial didorong oleh pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi. Oleh karenanya peserta didik perlu mendapatkan pengalaman personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek fundamental IPAS ini dapat membudaya dalam dirinya  (Linn, Songer, & Eylon, 1996; NRC, 1996). 

 

Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam keterampilan inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik.

1.  Mengamati

Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang akan terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat  melakukan pengamatan, peserta didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan dan perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain seperti kuisioner, wawancara.

2.  Mempertanyakan dan memprediksi

Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hukum sebab akibat. 

3.  Merencanakan dan melakukan penyelidikan

Setelah mempertanyakan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat rencana dan menyusun langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan melakukan penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung dan menghambat kegiatan. Berdasarkan perencanaan tersebut, peserta didik mengambil data dan melakukan serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-temuan.

4.  Memproses, menganalisis data dan informasi

Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Ia menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab. Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi rujukan, serta menyimpulkan hasil penyelidikan.

5.  Mengevaluasi dan refleksi

Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau kembali proses belajar yang dijalani dan hal-hal yang perlu dipertahankan dan/atau diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta didik melakukan refleksi tentang bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa depan berkelanjutan. 

6.  Mengomunikasikan hasil

Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan, menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media digital dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan peserta didik.

 

Demikian informasi tentang Pengertian mata pelajaran IPAS SD dan karakteristik mata pelajaran IPAS SD . Semoga ada manfaatnya, terima kasih.




= Baca Juga =



Post a Comment

Previous Post Next Post