
Burung Anis Cendana (Geokichla peronii) atau yang sering dikenal oleh para penghobi burung kicau sebagai burung pungklor adalah salah satu spesies burung endemik dari Pulau Timor (meliputi wilayah Indonesia dan Timor Leste) serta kawasan selatan Kepulauan Maluku. Di habitat aslinya, burung dari famili Turdidae ini tergolong sebagai satwa yang terancam punah akibat hilangnya habitat hutan alami.
Untuk jenis ini, tergolong agak baru dikenal kalangan penggemar burung Indonesia, kalau tidak salah burung ini baru mulai populer sekitar tahun 2000-an, awal diperkenalkan di pedagang burung pulau Jawa. Suara kicauannya tergolong bagus, mampu menyerap berbacai macam suara masteran, namun gayanya yang unik “gaya nungging” agak mengurangi penampilannya di kontes burung. Walau begitu Burung Anis Cendana tetap menjadi salah satu favorit untuk dijadikan koleksi peliharaan.
Burung Anis Cendana ini hanya ditemukan di Indonesia, terdiri dari 2 subspecies, yaitu:
- Zoothera peronii peronii (Vieillot, 1818) – pulau Roti dan Timor Barat
- Zoothera peronii audacis (Hartert, 1899) – Timor Leste (dulu Timor Timur), pulau Wetar dan Romang Timur sampai ke Babar.
Meskipun namanya sudah lama dikenal oleh para pencinta burung di Pulau Jawa, popularitas Anis Cendana saat ini masih kalah bersaing dibandingkan kerabat dekatnya, seperti burung Anis Kembang atau Anis Merah.
Ciri-Ciri dan Karakteristik
- Nama Internasional: Dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama Orange-sided thrush atau Orange-banded thrush karena corak warna jingga khas yang ada di bagian sisi tubuhnya.
- Habitat Utama: Menghuni kawasan hutan primer, hutan kering tropis/subtropis, serta hutan dataran rendah yang lembap dengan kanopi tertutup hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).
- Perilaku Alami: Burung ini lebih banyak menghabiskan waktu mencari makan di atas permukaan tanah (terestrial). Makanan utamanya berupa serangga kecil, cacing tanah, dan buah-buahan hutan.
- Suara Kicauan: Memiliki karakter suara khas berupa lagu pancingan yang “ngerol” (menyambung cepat tanpa putus). Oleh sebab itu, rekaman suara Anis Cendana sering dimanfaatkan oleh para penghobi sebagai masteran atau terapi untuk memancing kicauan jenis burung lain, seperti Murai Batu.
Subspesies
Secara taksonomi, penyebaran burung Anis Cendana terbagi ke dalam dua subspesies utama:
1. Geokichla peronii peronii: Dapat dijumpai di kawasan Pulau Rote, Pulau Semau, dan wilayah Timor bagian barat (Nusa Tenggara Timur).
2. Geokichla peronii audacis: Tersebar di wilayah Timor bagian timur (Timor Leste) hingga pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti Wetar, Damar, dan Babar.
Estimasi Harga Burung Anis Cendana di Indonesia
Bagi para kolektor burung kicau yang ingin memeliharanya, berikut adalah gambaran daftar harga rata-rata Anis Cendana di pasar daring.
Jenis / Kondisi Burung | Estimasi Harga Pasaran |
Anakan Mandiri / Trotolan | Rp425.000 – Rp455.000 |
Burung Rawatan (Semi-Mapan) | Rp550.000 – Rp570.000 |
Bahan Prospek Grade A Super | Rp500.000 |
Rawatan Mapan & Rajin Bunyi (Gacor) | Rp1.800.000 – Rp3.000.000 |
Cara Perawatan burung Anis Cendana
Perawatan burung Anis Cendana (pungklor) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kerabat dekatnya seperti Anis Kembang dan Anis Merah. Kunci utamanya terletak pada keberhasilan menjinakkan burung dan pemberian pakan tambahan (EF) yang konsisten, karena burung endemik Timor ini aslinya cukup pemalu dan mudah stres.
Berikut adalah panduan jadwal dan cara perawatan harian burung Anis Cendana agar sehat, rajin berkicau, dan cepat gacor:
1. Perawatan Pagi (Pengembunan & Mandi)
• Pengembunan (05.00 – 06.00): Keluarkan burung di teras rumah subuh hari. Udara pagi yang segar sangat bagus untuk merangsang Anis Cendana mengeluarkan suara aslinya dan memperlancar sistem pernapasan.
• Mandi Pagi (07.00): Mandikan burung menggunakan karamba mandi atau semprot dengan spray halus. Anis Cendana adalah tipe burung yang sangat suka air dan menjaga kebersihan bulunya.
• Pembersihan Kandang: Sambil burung mandi, bersihkan kotoran di dasar sangkar, ganti air minumnya dengan yang baru, dan pastikan voer harian tidak berjamur.
2. Setelan Pakan Tambahan / Extra Fooding (EF)
Anis Cendana adalah burung pemakan serangga di alam liar. Untuk menjaga staminanya, berikan setelan EF berikut setelah mandi:
• Jangkrik: Berikan 3–4 ekor jangkrik setiap pagi dan sore hari (potong bagian kaki belakang yang tajam).
• Cacing Tanah: Ini adalah makanan wajib untuk jenis Anis. Berikan 1–2 ekor cacing tanah yang sudah dibersihkan sebanyak 2–3 kali seminggu. Cacing tanah sangat bagus untuk meredam birahi dan membuat bulunya berkilau.
• Kroto: Berikan 1 sendok teh kroto segar cukup 2 kali seminggu sebagai pendongkrak stamina agar burung rajin ngeplong.
3. Penjemuran dan Pengondisian
• Jemur Terbatas (08.00 – 09.00): Jemur burung di bawah sinar matahari pagi selama 30 hingga 60 menit saja. Karakter burung pungklor tidak kuat panas terik. Penjemuran yang terlalu lama justru bisa membuat burung lemas dan stres.
• Angin-Anginkan: Setelah dijemur, gantung burung di tempat yang teduh, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara yang baik (misalnya di bawah pohon atau teras rumah).
4. Perawatan Sore dan Istirahat Malam
• Pemberian EF Sore (16.00): Berikan kembali 3 ekor jangkrik.
• Masteran Malam (18.00 – Pagi): Masukkan burung ke dalam rumah dan kerodong sangkarnya. Waktu istirahat di malam hari adalah momen terbaik untuk memaster burung menggunakan suara rekaman (MP3) burung lain atau sesama Anis Cendana dengan volume lirih untuk melatih memorinya.
Tips Khusus untuk Burung “Bahan” (Baru Beli)
Jika Anis Cendana Anda masih baru didapat dari ombyokan atau masih liar:
1. Jangan langsung dimandikan atau dijemur kencang. Biarkan burung beradaptasi di tempat tenang selama 3–5 hari.
2. Gantung di tempat agak rendah yang sering dilewati manusia agar burung terbiasa dengan lingkungan baru dan cepat jinak.
3. Pancing dengan buah-buahan seperti pepaya atau pisang kepok matang untuk menjaga pencernaannya selama proses adaptasi makan voer total.
