Burung Anis Kembang (Zoothera interpres, Temminck, 1828) – Chesnut-capped ThrushKepopuleran Burung Anis Kembang setara dengan Burung Anis Merah. Kepiawaiannya melantunkan kicauannya sangat luarbiasa, sehingga suara dasarnyapun sangat nyaman untuk dinikmati.
Species Burung Anis Kembang (Zoothera interpres) di Indonesia ditemukan di pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Lombok, Sumbawa dan Flores. Penyebaran luasnya mencakup Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia.
Burung Anis Kembang (nama ilmiah: Zoothera interpres atau Geokichla interpres) adalah spesies burung berkicau yang populer dari famili Turdidae. Burung yang juga dikenal dengan nama chestnut-capped thrush atau punglor kembang ini sangat digemari oleh para penghobi burung kicau di Indonesia karena suaranya yang merdu dan kemampuannya bernyanyi dengan gaya khas “ngerol”.
Karakteristik dan Ciri Fisik
Ukuran Tubuh: Tergolong burung berukuran kecil-sedang dengan panjang tubuh sekitar 16–18 cm.
Bulu dan Warna: Memiliki mahkota kepala berwarna cokelat kemerahan atau berangan (chestnut). Punggungnya berwarna hitam abu-abu gelap, sementara bagian dada dan perutnya memiliki motif totol-totol hitam berlatar putih yang menyerupai kembang. Ada pula semburat garis putih vertikal yang khas pada area sayapnya.
Perbedaan Jenis Kelamin: Anis kembang jantan umumnya memiliki sorot mata yang lebih tajam, menonjol, dan tegas dibandingkan betina yang tatapannya cenderung lebih sayu atau halus.
Habitat dan Penyebaran
Anis kembang adalah penghuni asli kawasan hutan dan area rimbun di Asia Tenggara. Wilayah persebarannya di Indonesia cukup luas, mencakup: Sumatra dan pulau di sekitarnya, Kalimantan, Jawa dan Bali seta kepulauan Nusa Tenggara (Lombok, Sumbawa, dan Flores)
Burung ini biasanya hidup di dataran rendah hingga kawasan perbukitan dengan ketinggian antara 200 hingga 1.300 meter di atas permukaan laut. Mereka aktif mencari makan di permukaan tanah (terestrial). Di alam liar, makanan utama mereka meliputi serangga kecil, cacing tanah, siput air, serta buah-buahan hutan yang jatuh.
Status Konservasi
Berdasarkan daftar merah IUCN Red List, Anis Kembang dikategorikan ke dalam status Hampir Terancam (Near Threatened). Populasi mereka di alam liar mengalami penurunan akibat hilangnya habitat hutan serta maraknya aktivitas penangkapan ilegal untuk diperdagangkan sebagai burung peliharaan di pasar domestik Indonesia.
Informasi Harga di Pasar Hewan
Sebagai referensi bagi para penghobi, berikut adalah estimasi harga pasaran burung anis kembang jantan:
- Bahan Pilihan Jantan Rp580.000
- Jantan Rawatan (Sudah Makan Voer Total & Sehat) Rp520.000
- Jantan Rajin Bunyi Rp850.000
- Jantan Tulen Rajin Bunyi Mewah/Gacor Rp1.500.000

