Lompat ke konten
Beranda » Teori Asal Mula Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori Asal Mula Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori Asal mula Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori
Asal mula Nenek Moyang Bangsa Indonesia
. Nenek moyang bangsa
Indonesia diperkirakan berasal dari salah satu tempat selatan cina dikenal
dengan sebutan Yunan. Hal itu sesuai penelitian para sejarahwan memperkirakan
bahwa ada kemiripan baik dari segi bahasa, budaya maupun artefak antara
masyarakat yunan dengan Indonesia dan sekitarnya. Sehingga memperkuat bukti
bahwa kita berasal dari daerah tersebut.

 

Mungkin ada beberapa
pertanyaan kita, bagaimana bisa mereka 
datang kekepulauan Indonesia? Bagaimana proses perjalanan nenek moyang
kita bisa sampai kemudian menyebar di kepulauan Indonesia? Kemana jejak rute
penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia?

 

Nenek moyang kita datang
keindonesia tidak lain karena beberapa alasan seperti mencari sumber makanan,
akibat bencana alam di tempat asal sehingga harus pindah ataupun akibat adanya
desakan  serangan maupun peperangan
dengan suku lainnya sehingga harus pindah kewilayah Indonesia. Salah satu
alasan mereka datang kekepulauan nusantara karena wilayah ini sangatlah subur
dengan persediaan makanan melimpah dan hewan buruan yang cukup banyak. Sehingga
menjadi magnet bagi nenek moyang kita datang ketempat tersebut.

 

Ada syair yang dilakukan
sejak zaman dahulu yaitu “Nenek moyangku seorang pelaut”,  ternyata nenek moyang kita yang tinggal di
gunung, lembah maupun di pedalaman setelah diteliti oleh para ilmuan merupakan
para pelaut ulung. Pelaut yang pandai mengarungi samudera dari daratan Asia
menuju kepulauan nusantara.Salah satu perahu yang dipakai oleh Nenek moyang
kita adalah jenis bercadik dengan layar sebagai pendorong dan dayung sebagai
kemudi sekaligus pendorong saat angin tidak ada. 

 

Mereka pergi secara
berkelompok dari satu tempat ke tempat lain mencari sumber makanan. Mereka
datang ke suatu tempat menetap lebih lama hingga mengembangkan budaya sendiri.
Setelah anggota keluarga bertambah maka sebagian kelompok keluarga pindah lagi
ketempat selanjutnya utuk memulai hidup baru. Setelah bertambah lagi maka
sebagian kelompok akan pergi lagi ketempat selanjutnya dan seterusnya.

 

Berikut ini beberapa Faktor-faktor penyebab penyebaran migrasi
Bangsa Indonesia
. Perpindahan nenek moyang Bangsa Indonesia terdapat
factor-faktor yang menyebabkan mereka bermigrasi yaitu.

1. Mengikuti arah hewan buruan dan mencari
tempat sumber makanan maupun tempat yang subur

2. Adanya bencana alam di tempat asal yang
dasyat seperti banjir, kekeringan maupun bencana lain

3.   Adanya peperangan dengan suku lain, sehingga
suku yang kalah akan pergi berpindah mencari tempat baru

 

 

Banyak para peneliti
menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan darimana asal nenek moyang bangsa
Indonesia. Mungkinkah nenek moyang kita berasal dari suatu tempat dari daratan
Asia atau mungkinkah dari Negara kita sendiri. Berikut Teori Asal Nenek Moyang Bangsa Indonesia yang berasal dari beberapa
pendapat para ahli  tentang asal usul
nenek moyang bangsa Indonesia:

 

1.
Dr. J.H.C. KERN menyatakan Bangsa Indonesia berasal dari Asia dilihat dari segi bahasa
yang dipakai dikepulauan Indonesia yang menggunakan bahasa di Polinesia,
Melanesia dan Mikronesia ternyata berasal dari bahasa yang sama yaitu
Austronesia.

 

2.
VAN HEINE GELDERN, menyatakan manusia Indonesia berasal dari daratan Asia dilihat dari
benda artefak  yang ditemukan di
Indonesia da kawasan lainnya di Asia yaitu Yunan.

 

3.
HOGEN, bangsa yang mendiami pesisir Asia merupakan bangsa Melayu berasal dari
Sumatera. Bangsa ini bercampur dengan bangsa Mongol  yang disebut Proto Melayu dan deuteron
Melayu. Bangsa Proto Melayu menyebar ke Indonesia sekitar 3000-1500 SM dan
bangsa Deutero Melayu sekitar 1500 SM – 500 SM.

 

4.
WILLEM SMIT, menyatakan bahwa penyebaran Bangsa Indonesia berdasarkan bahasa yang berasal dari
daratan Asia, yaitu

a) Bahasa  Togon              

b) Bahasa
Jerman                            

c) Bahasa
Austria                          

 

5.  Drs. MOH ALI, menyatakan Bangsa Indonesia
berasal dari Yunan              

 

6.
Prof dr. NJ KROOM menyatakan   Bangsa
Indonesia    berasal dari daerah  Cina Tengah mereka tersebar mulai tahun
200-1500 SM

 

7.
J.L.A.BRANDES  Bangsa Indonesia banyak
menyerupai bangsa  yang mendiami pulau
Formosa sebelah barat Pulau Madagaskar dan berdasarkan kepada perbandingan
Bahasa

 

8.  MAYUNDAR, bangsa-bangsa menggunakan bahasa
Austronesia berasal dari India ,kemudian menyebar ke Indocina lalu ke Indonesia
dan ke Pasifik

 

9.  PROF.DR. MUH YAMIN, menyatakan bangsa
Indonesia berasal dari Indonesia sendiri hal itu berdasarkan artefak dan
fosil-fosil manusia purba tertua  yang
ada di Indonesia

 

Demikian pembelajaran
tentang Teori Asal Mula Nenek Moyang
Bangsa Indonesia.
Selamat belajar


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

= Baca Juga =

var homeUrl3 = “https://www.guruberkarya.com/”;
var maxNumberOfPostsPerLabel = 100;
var maxNumberOfLabels = 100;
maxNumberOfPostsPerLabel = 100;
maxNumberOfLabels = 100;

function listEntries10(json) {
var ul = document.createElement(‘ul’);
var maxPosts = (json.feed.entry.length <= maxNumberOfPostsPerLabel) ?
json.feed.entry.length : maxNumberOfPostsPerLabel;
for (var i = 0; i < maxPosts; i++) {
var entry = json.feed.entry[i];
var alturl;
for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
if (entry.link[k].rel == 'alternate') {
alturl = entry.link[k].href;
break;
}
}
var li = document.createElement('li');
var a = document.createElement('a');
a.href = alturl;
if(a.href!=location.href) {
var txt = document.createTextNode(entry.title.$t);
a.appendChild(txt);
li.appendChild(a);
ul.appendChild(li);
}
}
for (var l = 0; l < json.feed.link.length; l++) {
if (json.feed.link[l].rel == 'alternate') {
var raw = json.feed.link[l].href;
var label = raw.substr(homeUrl3.length+13);
var k;
for (k=0; k<20; k++) label = label.replace("%40", " ");
var txt = document.createTextNode(label);

var h = document.createElement('b');
var div1 = document.createElement('div');
div1.appendChild(h);
div1.appendChild(ul);
document.getElementById('data2007').appendChild(div1);
}
}
}
function search10(query, label) {
var script = document.createElement('script');
script.setAttribute('src', query + 'feeds/posts/default/-/'
+ label +
'?alt=json-in-script&callback=listEntries10');
script.setAttribute('type', 'text/javascript');
document.documentElement.firstChild.appendChild(script);
}
var labelArray = new Array();
var numLabel = 0;
textLabel = "Berita";
var test = 0;
for (var i = 0; i < labelArray.length; i++)
if (labelArray[i] == textLabel) test = 1;
if (test == 0) {
labelArray.push(textLabel);
var maxLabels = (labelArray.length <= maxNumberOfLabels) ?
labelArray.length : maxNumberOfLabels;
if (numLabel < maxLabels) {
search10(homeUrl3, textLabel);
numLabel++;
}
}