Burung Anis Buru (Zoothera dumasi, Rothschild, 1899) – Buru Thrush. Salah satu keluarga Burung Anis juga ada di wilayah Tengah Indonesia. Penampilan sekilas juga mirip dengan Burung Anis Kembang, namun postur tubuh sedikit lebih panjang.
Burung Anis Buru ditemukan di pulau Buru dan sebelah barat pulau Seram, yang berada di wilayah Maluku. Burung Anis Buru terkait erat dengan Burung Anis Seram, karena terdapat banyak kemiripan, tapi oleh para peneliti Burung Anis Buru dan Burung Anis Seram dipastikan sebagai dua species yang berbeda.
Anis Buru (Geokichla dumasi) adalah spesies burung penyanyi dari keluarga Turdidae yang merupakan satwa endemik asli dari Pulau Buru, Maluku, Indonesia. Burung ini sangat unik karena satu-satunya rumah alaminya di seluruh dunia hanyalah di pulau tersebut.
Berikut adalah profil dan fakta penting mengenai Anis Buru:
Karakteristik Fisik & Suara
• Tampilan: Burung ini mudah dikenali dari tubuh bagian atas yang berwarna cokelat, kepala cenderung gelap dengan lingkaran mata pucat yang mencolok, serta tenggorokan hitam dan perut putih.
• Ciri Khas: Memiliki barisan bintik putih bersih yang menghias bagian sayapnya.
• Suara: Seperti keluarga burung anis pada umumnya, Anis Buru memiliki nyanyian yang sangat merdu berupa rangkaian siulan pendek yang bervariasi.
Habitat dan Perilaku
• Rumah Alami: Burung ini hidup terbatas di hutan hujan pegunungan dan kaki bukit dengan vegetasi yang lebat.
• Kebiasaan: Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di atas permukaan tanah (lantai hutan) atau bertengger rendah di bawah naungan semak-semak yang lebat.
• Pencarian Makan: Biasanya mencari makan di balik serasah dedaunan lembap, baik secara mandiri (sendirian) maupun berpasangan.
Hubungan dengan Anis Seram
Dalam klasifikasi tradisional ornitologi, Anis Buru sering kali digabungkan dengan Anis Seram (Geokichla joiceyi) sebagai satu spesies tunggal yang dinamakan Anis Maluku (Moluccan thrush). Namun, saat ini keduanya lebih sering dipisahkan menjadi dua spesies yang berbeda dan berdiri sendiri.
Status di Alam
Karena ruang hidupnya yang hanya terbatas di satu pulau saja (Pulau Buru), kelestarian burung ini sangat bergantung pada keutuhan hutan pegunungan di sana. Tekanan pembukaan lahan dan alih fungsi hutan menjadi ancaman nyata bagi masa depan satwa endemik Maluku ini.
Ingat memelihara Anis Buru (Geokichla dumasi) di dalam sangkar sangat tidak disarankan dan harus dihindari. Burung ini adalah satwa endemik langka yang habitat alaminya hanya berada di hutan pegunungan Pulau Buru, Maluku.
Berdasarkan status dari IUCN Red List, Anis Buru dikategorikan sebagai spesies yang Mendekati Terancam Punah (Near Threatened). Burung ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, stres tinggi jika dikurung, dan populasinya di alam liar terus menurun akibat hilangnya habitat. Cara terbaik untuk “memelihara” burung ini adalah dengan menjaga kelestarian hutan tempat tinggalnya

.jpg)