Lompat ke konten
Beranda » Burung Anis Siberia Atau Burung Anis Hitam

Burung Anis Siberia Atau Burung Anis Hitam

Burung Anis Siberia Atau Burung Anis Hitam

Burung Anis Siberia atau Burung Anis Hitam (Zoothera sibirica, Pallas, 1776) – Siberian Thrush


Burung Anis Siberia atau Burung Anis Hitam  ini lumayan misterius dan bertubuh bongsor alias besar. Tapi dengan tubuh besar seperti itu burung ini juga mampu mengeluarkan kicauan yang lumayan unik dan enak. Gaya berkicaunya yang unik “setengah teler” menoleh ke kiri dan ke kanan, sambil berkicau lembut, sangat menarik perhatian yang melihatnya.


Tempat asal Burung Anis Siberia atau Burung Anis Hitam adalah Siberia Russia, Mongolia dan China, terutama daerah yang bersuhu dingin, pada musim kawin biasanya bermigrasi mencari daerah hangat seperti Asia Tenggara, sering ditemukan di pulau Sumatra dan Jawa. Walaupun bukan burung asli Indonesia, tapi sering terlihat hidup di alam Indonesia, terutama di daerah pegunungan pulau Sumatra dan Jawa.

Secara umum Burung Anis Siberia (Geokichla sibirica) adalah jenis burung kicau migran yang berasal dari keluarga Turdidae dan genus Geokichla. Di dunia internasional, burung pengicau ini dikenal dengan nama Siberian thrush.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari burung Anis Siberia menurut data Wikipedia bahasa Indonesia:

•              Burung Migratori: Burung ini bukan satwa penetap di Indonesia. Mereka berkembang biak di wilayah beriklim dingin seperti Siberia, Mongolia, dan Jepang. Ketika musim dingin tiba, mereka akan melakukan migrasi besar-besaran ke Asia Tenggara, termasuk ke kawasan hutan pegunungan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

•              Ciri Fisik: Memiliki ukuran tubuh sekitar 22 cm. Spesies jantan didominasi oleh warna hitam jelaga dengan alis putih yang kontras di atas matanya, sedangkan spesies betina berwarna cokelat zaitun dengan pola sisik di bagian bawah tubuhnya.

•              Habitat & Diet: Hidup secara berkelompok di tajuk-tajuk hutan pegunungan hingga ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Burung ini bersifat omnivora yang memakan cacing tanah, serangga, lebah, serta buah-buahan